Produktübersicht
- Written by Super User
- font size
- 475623 comments
475623 comments
-
At this moment I am going away to do my breakfast, later than having my breakfast coming again to read additional news.
-
I'm curious to find out what blog system you're utilizing?
I'm experiencing some small security problems with
my latest blog and I would like to find something more safeguarded.
Do you have any recommendations? -
http://go.bubbl.us/cbf626/26c4?/https://www.mikhayla.id/
https://about.me/pafijawatimur/
https://app.roll20.net/users/13301819/pafij-a
https://bio.link/pafijawatimur
https://biolinky.co/pafijawatimur
https://bitbin.it/gJ5Dcpyv/
https://bordeaux.onvasortir.com/profil_read.php?Pafijawatimur
https://buddypress.org/members/pafijawati/profile/
https://cannabis.net/user/151653
https://canvas.instructure.com/eportfolios/2891016/Home/Welcome
https://cs.astronomy.com/members/pafijawatimur/default.aspx
https://gab.com/pafijawatimur
https://gravatar.com/pafijawatimur
https://groups.google.com/g/pafijawatimur/
https://hanson.net/users/pafijawatimur
https://heylink.me/pafijawatimur/
https://hub.docker.com/u/pafijawatimur
https://imageevent.com/pafijawatimur
https://independent.academia.edu/PafiJawatimur
https://joy.gallery/pafijawatimur1
https://joy.link/pafijawatimur
https://linkr.bio/pafijawatimur
https://linktr.ee/pafijawatimur
https://magic.ly/pafijawatimur
https://medium.com/@pafijawatimur/pafijawatimur-13bbe0b7786f
https://nowewyrazy.uw.edu.pl/profil/pafijawatimur
https://pafi-jawa-timur.jimdosite.com/
https://pafijawatimur.mn.co/about
https://pafijawatimur.mystrikingly.com/
https://pafijawatimur.pages.dev/
https://pafijawatimur.wixsite.com/pafi-jawa-timur
https://sites.google.com/view/pafijawatimur/home
https://slides.com/fesfo/fesfo/
https://speakerdeck.com/pafijawatimur
https://steemit.com/tech/@fesfo/pafijawatimur
https://support.advancedcustomfields.com/forums/users/pafijawatimur/
https://t.me/workingclassman
https://taylorhicks.ning.com/photo/albums/pafijawatimur
https://telegram.me/s/workingclassman
https://wakelet.com/wake/yp9gDI1Ty3LyvLyKFuqts
https://worldcosplay.net/member/1761297
https://www.behance.net/pafijawatimu
https://www.bitsdujour.com/profiles/jcGjNt
https://www.deviantart.com/pafijawatimur
https://www.divephotoguide.com/user/pafijawatimur
https://www.giantbomb.com/profile/pafijawatimur/
https://www.iglinks.io/pafijawatimur-qgd
https://www.instapaper.com/p/14272506
https://www.intensedebate.com/people/pafijawatimur
https://www.magcloud.com/user/pafijawatimur
https://www.mixcloud.com/pafijawatimur/
https://www.myminifactory.com/users/pafijawatimur
https://www.producthunt.com/@pafijawatimur
https://www.provenexpert.com/pafijawatimur/
https://www.remotecentral.com/cgi-bin/forums/members/viewprofile.cgi?d04g8p
https://zaap.bio/pafijawatimur -
I think this is one of the most vital information for me.
And i am glad reading your article. But should remark on some
general things, The web site style is ideal, the articles is really great : D.
Good job, cheers -
Hi! I could have sworn I've been to this site before but after checking through some of the
post I realized it's new to me. Nonetheless, I'm definitely glad I found it and I'll be book-marking and checking back frequently! -
Very energetic article, I loved that bit. Will there be a part 2?
-
Normally I don't read post on blogs, however I would like to say that this write-up very forced me to try
and do so! Your writing taste has been amazed me. Thank you,
quite great article. -
Great site you've got here.. It's hard to find high-quality writing like yours these
days. I truly appreciate individuals like you! Take care!! -
I'm now not positive the place you are getting your info, but great topic.
I must spend a while studying much more or
figuring out more. Thanks for great info I was looking for this information for
my mission. -
Pada waktu itu aku masih berumur 12 tahun , mama dan papaku sudah bercerai karena alasan tidak cocok.
Aku sebagai anak-anak sih nerima aja tanpa bisa protes.
Saat aku berusia 15 tahun, Papa kawin lagi. Papa yang saat itu berusia 37 tahun kawin dengan Tante Nuna yang
berusia 35 tahun. Tante Nuna orangnya cantik, setidaknya pikiranku sebagai lelaki
disuia ke 15 tahun yang sudah mulai merasakan getaran terhadap wanita.
Tubuhnya tinggi, putih, pantatnya berisi dan buah dadanya padat.
Saat menikah dengan Papa, Tante Nuna juga seorang janda
tapi nggak punya anak.
Sejak kawin, Papa jadi semangat hidup berimbas ke kerjanya yang gila-gilaan.
Sebagai pengusaha, Papa sering keluar kota.
Tinggallah aku dan ibu tiriku dirumah. Lama-lama aku jadi deket dengan Tante Nuna yang sejak bersama
Papa aku panggil Mama Nuna. Aku jadi akrab dengan Mama Nuna karena kemana-mana Mama minta tolong
aku temenin. DirumaH Pun kalo Papa nggak ada aku yang nemenin nonton TV atau nonton film VCD.
Aku senang sekali dimanja sama Mama baruku ini.
Setahun sudah Papa kawin dengan Mama Nuna tapi belom ada tanda-tanda kalo aku bakalan punya adik baru.
Bahkan Papa semakin getol cari duit dan sering banget keluar kota.
Aku dan Mama Nuna semakin akrab aja. Sampai-sampai kami seperti
tidak ada batasan sebagai anak tiri dan ibu tiri.
Kami mulai sering tidur disatu tempat tidur bersama.
Mama Nuna mulai nggak risih untuk mengganti pakaian didepanku walaupun tidak bener-bener telanjang.
Tapi terkadang aku suka menangkap basah Mama Nuna
lagi berpolos ria mematut didepan kaca sehabis mandi. Beberapa kali kejadian aku jadi apal kalo setiap
habis mandi Mama pasti masuk kamarnya dengan hanya melilitkan handuk dan sesampai dikamar handuk pasti ditanggalkan.
Beberapa kali kejadian aku membuka kamar Mama yang nggak dikunci aku kepergok
Mama Nuna masih dalam keadaan tanpa sehelai benang sedang bengong didepan cermin. photomemek.
Lama-lama aku sengajain aja setiap selesai Mama mandi beberapa menit kemudian aku
pasti pura-pura nggak sengaja buka pintu dan pemandangan indah terhampar dimata mudaku.
Sampai suatu ketika, mungkin karena terdorong nafsu laki-laki yang mulai menggeliat diusia 16 tahun, aku menjadi bernafsu besar
ketika melihat Mama sedang tiduran dikasur tanpa pakaian.
Matanya terpejam sementara tangannya menggerayang tubuhnya sendiri sambil sedikit merintih.
Aku terpana didepan pintu yang sedikit terbuka dan menikmati
pemandangan itu. Lama aku menikmati pemandangan itu. Kemaluanku berdiri tegak dibalik celana
pendekku. Ah, inikah pertanda kalo anak laki-laki sedang birahi?
Batinku.
Aku terlena dengan pemandangan Mama Nuna yang semakin hot menggeliat-geliat dan melolong.
Tanpa sadar tanganku memegang dan memijit-mijit si otong kecil
yang sedari tadi tegang. Tiba-tiba aku seperti pengen pipis dan ahh koq pipisnya enak ya.
Akupun bergegas kekamar mandi seiring Mama Nuna yang lemas tertidur.
Kejadian seperti jadi pemandanganku setiap hari. Lama-lama aku jadi bertanya-tanya.
Mungkinkah ini disengaja sama Mama? Dari keseringan melihat pemandangan ini rupanya
terekam diotakku kalau wanita cantik itu adalah wanita yang lebih dewasa.
Wanita berumur yang cantik dimataku terlihat sangat sexi dan sangat
menggairahkan.
Suatu siang sepulang aku dari sekolah aku langsung ke kamarku.
Seperti biasa aku melongok ke kamar Mama.
Kulihat Mama Nuna dalam keadaan telanjang bulat sedang tertidur pulas.
Kuberanikan untuk mendekat Mumpung perempuan cantik
ini lagi tidur, batinku.
Kalau selama ini aku hanya berani melihat Mama dari
balik pintu kali ini tubuh cantik tanpa busana
bener-bener berada didepanku. Kupelototi semua lekuk liku tubuh Mama.
Ahh, si otong bereaksi keras, menyentak-nyentak ganas.
Tanpa kusadari, mungkin terdorong nafsu yang nggak bisa
dibendung, kuberanikan tanganku mengusap paha Mama Nuna, pelan, pelan. Mama diam
aja, aku semakin berani. Kini kedua tanganku semakin nekad menggerayang tubuh cantik Mama tiriku.
Kuremas-remas buah dada ranum dan dengan naluri plus pengetahuan dari film BF
aku bertindak lebih lanjut dengan mengisap puting
susu Mama.
Mama masih diam, aku makin berani. Terispirasi film blue
yang kutonton bersama temen-temen, aku tanggalkan seluruh
pakaianku dan si otong dengan marahnya menunjuk-nujuk.
Aku tiduran disamping Mama sambil memeluk erat.
Aku sedikit sadar dan ketakutan ketika Mama tiba-tiba bergerak dan membuka mata.
Mama Nuna menatapku tajam.
“Ngapain Ndy? Koq kamu telanjang juga?” tanya Mama.
“Maaf ma, Andy khilaf, abis nafsu liat Mama telanjang gitu”
jawabku takut-takut.
“Kamu mulai nakal ya” kata Mama sambil tangannya memelukku erat.
“Ya udah Mama juga pengen peluk kamu, udah lama Mama
nggak dipeluk papamu. Mama tadi kegerahan makanya Mama telanjang, e nggak taunya kamu masuk” jelas Mama.
Yang nggak kusangka-sangka tiba-tiba Mama mencium bibirku. Dia mengisap ujung lidahku, lama dan dalam, semakin dalam.
Aku bereaksi. Naluri laki-laki muda terpacu. Aku mebalas
ciuman Mama tiriku yang cantik.
Semuanya berjalan begitu saja tanpa direncanakan. Lidah Mama kemudian berpindah menelusuri tubuhku.
“Kamu sudah dewasa ya Ndy, gak apa-apa kan kamu Mama perlakukan seperti papamu” gumam
Mama disela telusuran lidahnya.
“Punya kamu juga sudah besar, belom sebesar punya papamu tapi lebih keras dan tegang”, cerocos Mama lagi.
Aku hanya diam menahan geli dan nikmat. Mama lebih banyak aktif menuntun (atau mengajariku).
Si otong kemudian dijilatin Mama. Ini membuat aku nggak tahan karena kegelian. Lalu,
punyaku dikulum Mama. Oh indah sekali rasanya. Lama aku dikerjain Mama cantik ini seperti ini.
Mama kemudian tidur telentang, mengangkangkan kaki dan menarik tubuhku agar tiduran diatas tubuh indahnya.
Mama kemudian memegang punyaku, mengocoknya sebentar dan mengarahkan keselangkangan Mama.
Aku hanya diam saja. Terasa punyaku sepertinya
masuk ke vagina Mama tapi aku tetep diam aja sampai kemudian Mama
menarik pantatku dan menekan. Berasa banget punyaku
masuk ke dalam punya Mama.
Pergesekan itu membuat merinding. Secara naluri aku kemudian melakukan gerakan maju
mundur biar terjadi lagi gesekan. Mama juga mengoyangkan pinggulnya.
Mama yang kulihat sangat menikmati bahkan mengangkat tinggi-tinggi pinggulnya sehingga aku seperti sedang naik kuda diatas
pinggul Mama.
Tiba-tiba Mama berteriak kencang sambil memelukku erat-erat,
“Andyy, Mama enak Ndy” teriak Mama.
“Ma, Andy juga enak nih mau muncrat” dan aku ngerasain sensasi yang lebih
gila dari sekedar menonton Mama kemarin-kemarin.
Aku lemes banget, dan tersandar layu ditubuh mulus Mama tiriku.
Aku nggak tau berapa lama, rupanya aku tertidur, Mama juga.
Aku tersadar ketika Mama mengecup bibirku dan menggeser tubuhku dari atas tubuhnya.
Mama kemudian keluar kamar dengan melilitkan handuk, mungkin mau mandi.
Akupun menyusul Mama dalam keadaan telanjang.
Kuraba punyaku, lengket sekali, aku pengen mencucinya. Aku melihat Mama lagi mandi, pintu
kamar mandi terbuka lebar. Uhh, tubuh Mama tiriku itu memang indah sekali.
Nggak terasa punyaku bergerak bangkit lagi. Dengan posisi punyaku menunjuk aku berjalan ke
kamar mandi menghampiri Mama.
“Ma, mau lagi dong kayak tadi, enak” kini aku yang meminta.
Mama memnandangku dan tersenyum manis, manis sekali. Kami pun melanjutkan kejadian seperti dikamar.
Kali ini Mama berjongkok di kloset lalu punyaku yang sedari tadi mengacung aku masukkan ke vagina Mama yang memerah.
Kudorong keluar masuk seperti tadi. Mama membantu dengan menarik
pantatku dalam-dalam. Nggak berapa lama Mama mengajak
berdiri dan dalam posisi berdiri kami saling memeluk dan punyaku
menancap erat di vagina Mama.
Aku menikmati ini, karena punyaku seperti dijepit.
Mama menciumku erat. Baru kusadari kalau badanku ternyata sama tinggi
dengan mamaku. Dlama posisi berdiri aku kemudian merasakan kenikmatan ketika cairan kental kembali
muncrat dari punyaku sementara Mama mengerang dan mengejang sambil
memelukku erat. Kami sama–sama lunglai.
Setelah kejadian hari itu, kami selalu melakukan persetubuhan dengan Mama tiriku.
Hampir setiap hari sepulang sekolah, bahkan sebelum berangkat sekolah.
Lebih gila lagi kadang kami melakukan walaupun Papa ada dirumah.
Sudah tentu dengan curi-curi kesempatan kalo Papa lagi tidur.
Kehadiran Papa dirumah seperti siksaan buatku karena aku nggak
bisa melampiaskan nafsu terhadap Mama. Aku sangat menikmati.
Aku senang kalo Papa keluar kota untuk waktu lama,
Mama juga seneng. Mama terus melatih aku dalam beradegan sex.
Banyak pelajaran yang dikasi Mama, mulai dari cara menjilat vagina yang bener, cara mengisap
buah dada, cara mengenjot yang baik. Pokoknya aku diajarkan bagaimana
memperlakukan wanita dengan enak. Aku sadar kalo aku menjadi hebat karena Mama tiriku.
Sekitar setahun lebih aku menjadi pemuas Mama tiriku menggantikan posisi ayah.
Aku bahkan jatuh cinta dengan Mama tiriku ini. Nggak sedetikpun aku
mau berpisah dengan mamaku, kecuali sekolah. Dikelaspun aku selalu memikirkan Mama dirumah, pengen cepet pulang.
Aku jadi nggak pernah bergaul lagi sama temen-temen.
Sebagai cowok yang ganteng, banyak temen cewek yang suka mengajak aku jalan tapi aku nggak tertarik.
Aku selalu teringat Mama. Justru aku akan tertarik kalo melihat Bu guru Ratna yang umurnya setua Mama tiriku atau aku tertarik melihat Bu Henny tetanggaku dan temen Mama.
Tapi percintaan dengan Mama hanya bertahan setahun lebih karena kejadian tragis menimpa
Mama. Mama meninggal dalam kecelakaan. Ketika
itu seorang diri Mama tiriku mengajak aku nemenin tapi
aku nggak bisa karena aku ada les. Mama akhirnya pergi sendiri ke mal.
Dijalan mobil Mama tabrakan hebat dan Mama meninggal ditempat.
Aku merasa sangat berdosa nggak bisa nemenin Mama tiriku
tercinta. Aku shock. Aku ditenangkan Papa.
“Papa tau kamu deket sekali dengan Mama Nuna, tapi nggak
usah sedih ya Ndy, Papa juga sedih tapi mau bilang apa” kata papaku.
Selama ini papaku tau kalo aku sangat deket dengan Mama.
Papa senang karena Papa mengira aku senang dengan Mama Nuna dan menganggapnya sebagai Mama kandung.
Padahal kalau Papa tau apa yang terjadi selama ini.
Aku merasa berdosa terhadap Papa yang dibohongi selama ini.
Tapi semua apa yang diberikan Mama Nuna, kasih sayang, cinta dan pelajaran sex sangat membekas dipikiranku.
Sampai saat ini, aku terobsesi dengan apa semua yang dimiliki Mama Nuna dulu.
Aku mendambakan wanita seumur Mama, secantik Mama,
sebaik Mama dan hebat di ranjang seperti Mama tiriku itu.
Kusadari sekarang kalo aku sangat senang bercinta dengan wanita STW semuanya berawal dari sana.,,,,,,
,,,,,,,,,,,,,,,,